Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dalam Ekonomi Nasional

    Dibaca 66586 kali

Economic Review.Jakarta.Perhelatan ajang award BPR Terbaik Indonesia 2013 yang dilaksanakan oleh majalah economicreview, perusahaan dari ideku group bekerjasama dengan Perbanas Institute di Jakarta merupakan ajang bagi BPR untuk menampilkan brand terbaiknya dalam segi kualitas pelayanan dan kinerja BPR seluruh Indonesia. Para peserta award, pada umumnya datang dari berbagai daerah baik di pulau jawa maupun diluar pulau jawa pun turut serta dalam event tersebut. Mereka yang datang sengaja telah mempersiapkan skema yang matang untuk menghadapi penilaian dari para dewan juri yang capable. Bukan apa-apa, selain mempresentasikan tentang perusahaan-perusahaan, para peserta pun harus benar-benar jujur dan mampu menjelaskan berbagai aset-aset yang dimilikinya, mulai dari yang terkecil sampai aset keseluruhannya.

Kali ini, ajang award BPR terbaik Indonesia 2013 diikuti 17 BPR dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka yang datang ke Jakarta untuk mengikuti ajang award, tidaklah sia-sia. Melihat para dewan juri yang menguasai berbagai disiplin ilmu yang terkait dalam penilaian ajang award sering memberikan saran atau kritiknya yang sangat diperlukan bagi para komisaris dan direktur dalam pengelolaan perusahaan agar mampu menciptakan inovasi untuk memajukan masing-masing perusahaannya. Banyak para peserta, yang berterimakasih atas kritik dan saran yang dilontarkan oleh para dewan juri. Mereka menganggap, bahwa hal itu adalah pelajaran yang sangat berharga untuk mereka terapkan dalam memajukan perusahaan dan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi Negara mapan dalam perekonomian dengan berbagai sumber daya alam yang begitu melimpah dan jumlah penduduk yang cukup besar. Namun, pemerataan ekonomi belum sepenuhnya tercapai. Masih ada masyarakat menengah kebawah di berbagai daerah yang kehidupan ekonominya masih rendah. Disinilah peran BPR sangat membantu dalam penyerapan lapangan tenaga kerja untuk peningkatan perekonomian masyarakat pada sektor ekonomi mikro. Sesuai peraturan pemerintah tentang BPR berdasarkan Undang-Undang No.7 tahun 1992 tentang Perbankan dan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No.10 tahun 1998 .

Dukungan Pemerintah Terhadap BPR

Hampir semua peserta ajang award BPR Terbaik Indonesia 2013 memiliki program yang mendukung peningkatan pendidikan(SDM) dan bantuan serta penyediaan lapangan kerja yang tujuannya untuk meningkatkan ekonomi mikro.

Pemerintah pun sangat mendukung BPR sebagai ujung tombak bagi kemajuan pemerataan ekonomi didaerah yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi mikro. Ini ditunjukkan langsung oleh pemerintah dengan dukungan kepada BPR untuk terus meningkatkan ekonomi pada sektor UKM/UMKM dan memberi kemudahan dalam peraturan undang-undang pemerintah mengenai BPR. Tujuh belas BPR yang ikut dalam ajang award BPR terbaik Indonesia 2013 ini, sangat optimis untuk dapat menghasilkan peningkatan ekonomi mikro kedepannya. Apalagi bila dilihat dari paparan program dan target yang selama ini telah mereka capai, menjadi pemicu bagi mereka untuk memperluas pertumbuhan ekonomi mikro. Pelatihan dan pendidikan dari Bank Indonesia yang diikuti oleh mereka, sangat membantu dalam meningkatkan profesionalitas kinerja perusahaan BPR selama ini.

Menurut Cok Gde Mahadewa,SE, MM, Direktur utama PT. BPR PADMA, Bali, di Perbanas Institute, Jakarta, Jum’at, (01/11/2013) dalam acara penjurian BPR Terbaik Indonesia 2013 mengatakan, kami selalu mengedepankan visi dan misi perusahaan dalam pengelolaan kinerja dan visi misi kami, menjadikan BPR kami sebagai bank yang sehat, dapat tumbuh berkembang bersama dan mampu menghadapi persaingan global serta dapat memenuhi harapan stakeholder, sesuai dengan visi misi kami.

“Dalam mendukung rencana kerja dari tahun 2011 dan kedepannya, kami meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan pelatihan, seminar, study banding, baik di internal maupun bekerjasama dengan BI, Perbarindo Bali dan yang terkait lainnya’, kata Cok Gde.

Selain itu, Ir. Hery Nurjianto, MM, Direktur Utama PD BPR Bank Magelang, menjelaskan tentang BPR nya, bahwa perusahaan kami selalu berupaya untuk meingkatkan kualitasnya dengan memprioritaskan target perusahaan untuk meraih laba. Untuk mencapai target yang diharapkan maka kami berusaha meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia(SDM) agar mampu melaksanakan kinerja dengan baik. “aset total terhitung dari 2008 sebesar Rp. 33,53 miliar dan di akhir tahun 2012 lalu telah mencapai Rp. 87,05 miliar atau mengalami surplus sebesar 159 persen. Profitabilitas perusahaan yang antara lain ditandai dengan perolehan laba usaha, yang tumbuh positif dari Rp.869,01 juta di akhir 2008 dan mencapai Rp. 2,22 miliar pada akhir 2012. Pencapaian tersebut menggabarkan rasa optimistis yang harus dipertahankan”, kata Hery.

Peran serta BPR dalam memajukan ekonomi masyarakat didaerah sangat penting. Ini dapat dilihat dengan beraneka ragam BPR yang tumbuh subur hingga saat ini. Berbagai usaha dilakukan oleh BPR untuk dapat membantu masyarakat didaerah sekitar untuk memajukan ekonomi. Antara lain, memberikan kesadaran terhadap masyarakat untuk gemar menabung. Memberikan kredit untuk UKM/UMKM seperti usaha home industry sekaligus memberikan wadah penyaluran untuk penjualan produk. Melakukan pelatihan dan penyuluhan bagi UKM/UMKM untuk transformasi pengetahuan dan teknologi guna meningkatkan kualitas produk, dan laba untuk menularkan keberhasilannya.

Bila ini disadari dengan baik dan dapat diimplementasikan bersama maka sudah pasti perekonomian mikro diberbagai daerah akan hidup dan tumbuh subur. Bukan hal yang mustahil, UKM/UMKM yang ditopang bersama BPR dan pemerintah dapat menopang perekonomian nasional nantinya dan dapat mengurangi angka pengangguran sehingga angka kemiskinan dapat menurun.

 

Sumber : http://www.wangsitsupeno.com/p/ojk-artikel-bpr.html