WASPADAI FINTECH ILEGAL

    Dibaca 419 kali

WASPADAI FINTECH ILEGAL 

Pesatnya perkembangan dunia perbankan dan usaha saat ini memudahkan masyarakat untuk menikmati fasilitas yang diberikan oleh jasa perbankan, namun belakangan muncul usaha non perbankan selain koperasi yakni Fintech. Fintech adalah jasa layanan peer to peer lending yang memungkinkan calon debitur untuk meminjam uang secara instant tanpa perlu bertatap muka saat melakukan akad.

Berbagai macam bentuk kemudahan pun menjadi senjata andalan fintech, namun dari sekian banyaknya fintech yang dijumpai masyarakat, masih banyak diantara mereka yang masih belum mempunyai izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebelumnya pada tanggal 7 Oktober 2019 satgas waspada investasi telah menindak 133 entitas fintech peer to peer lending illegal.

Mengutip dari perkataan Ketua SWI, Tongam L. Tobing yakni “Kegiatan fintech peer-to-peer lending ilegal masih banyak beredar lewat website maupun aplikasi serta penawaran melalui sms. Kami meminta masyarakat untuk berhati-hati sebelum melakukan pinjaman secara online dengan melihat apakah aplikasi peer-to-peer lending tersebut telah terdaftar di OJK atau belum.”

Satgas waspada investasi sendiri terdiri dari 13 kementrian / lembaga yakni OJK, Bank Indonesia, Kementrian Kominfo,  Kementerian Agama, Kementerian Perdagangan, Kemendagri, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kemendikbud, Kemenristek, Kejaksaan Agung, Kepolisian RI, PPATK dan BKPM.

 

Ada 182 kegiatan usaha tanpa izin hingga akhir November 2019 yang berpotensi merugikan masyarakat, yakni :

  • 164 perdagangan forex tanpa izin;
  • 8 investasi money game;
  • 2 equity crowdfunding ilegal;
  • 2 multi level marketing tanpa izin;
  • 1 perdagangan kebun kurma;
  • 1 investasi properti;
  • 1 penawaran investasi tabungan;
  • 1 penawaran umrah;
  • 1 investasi cryptocurrency tanpa izin;
  • 1 koperasi tanpa izin.

 

Tapi masyarakat tak perlu panik jika ingin mengetahui daftar peruahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang, masyarakat bisa mengakses investor alert portal di www.sikapiuangmu.ojk.go.id.

Jika masyarakat ingin menggunakan layanan Fintech Lending ataupun menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, diharapkan dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 157 (WA 081157157157), email [email protected] atau [email protected].

Sumber : Siaran Pers OJK SP 10/XXI/SWI/2019

Author : Reynaldo Hadi Saputra