Kredit Konsumtif vs Kredit Produktif

    Dibaca 155 kali

Apa hal yang pertama kali ada dalam benak Anda ketika mendengar kata kredit? Bisa saja itu satu kata yang bikin Anda merinding kalau punya masalah dalam pinjaman kredit jadi dikejar-kejar kolektor atau malah sesuatu hal yang menakutkan karena takut punya hutang tidak bisa dibayar.

Sebenarnya kredit tidak menakutkan, secara sederhana kredit itu bisa merupakan pinjaman berupa hutang ke suatu Lembaga Keuangan secara sadar dan untuk tujuan yang baik. Dengan Anda melakukan pinjaman kredit ke suatu Lembaga Keuangan, yang resmi diawasi oleh OJK maka Anda tidak perlu khawatir.

Dengan pengelolaan keuangan secara sehat, maka dengan pengajuan kredit tentu akan memudahkan Anda dalam memperoleh tambahan modal untuk modal usaha, atau untuk kebutuhan yang mendadak. Secara sadar, Anda paham betul serba serbi pinjaman kredit maka hal ini tentu bukan menjadi momok bagi kehidupan finansial Anda.

Kredit adalah kegiatan perbankan yang telah dirumuskan dalam Undang-Undang Pokok Perbankan No. 7 Tahun 1992 dimana dinyatakan bahwa kredit adalah penyediaan uang atau tahihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan kesepakatan pinjam meminjam antara pihak bak dengan pihak lain yang mewajibkan pihka peminjam untuk melaksanakan dengan jumlah bunga sebagai imbalan.

Kredit dapat ditujukan untuk pencapaian kebutuhan dan diharapkan dapat membawa dampak positif secara sosial ekonomis bagi seluruh pihak (debitur, kreditur, atau masyarakat) antara lain sebagai berikut :

  1. Memberikan pinjaman bank dengan bunga kredit yang disepakati
  2. Memaksimalkan pemanfaatan dana yang diperoleh
  3. Menambah modal kerja atau usaha
  4. Meningkatkan lalu lintas pembayaran
  5. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Klasifikasi kredit berdasarkan tujuannya dibagi menjadi 2, yakni :

  1. Kredit Produktif

Kredit produktif merupakan kredit yang digunakan untuk membeli asset yang bisa menghasilkan pemasukan. Contohnya KPR untuk membeli apartemen yang langsung laku disewakan dengan biaya sewa lebih tinggi dari cicilan KPR-nya.

Kredit produktif umum digubakan sebagai pemenuhan kebutuhan dan sering kali malah menghasilkan uang untuk Anda.

  1. Kredit Konsumtif

Kredit konsumtif merupakan kredit yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pribadi atau keluarga tanpa hasil yang produktif. Artinya kredit ini digunakan untuk membeli asset yang akan mengalami depresiasi. Contohnya kartu kredit untuk membeli gadget terbaru untuk keperluan pribadi.

Jika Anda pintar dalam mengelola keuangan Anda, tentu dari 2 tujuan kredit ini bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan Anda. Pada umumnya kredit konsumtif dilakukan untuk membeli liabilitas contohnya mobil mewah atau dananya digunakan untuk pergi liburan ke Luar Negeri padahal bisa dimanfaatkan untuk tujuan pembelian aset seperti apartemen atau ruko.

Jadi, tergolong golongan manakah Anda? Jadi dengan mengajukan kredit tidak ada salahnya jika bisa membuat Anda makin mampu memiliki asset dan mengelola keuangan Anda dengan baik.

Di Bank BPR Pinang Artha, tentunya Anda bisa mengajukan pinjaman untuk pembelian asset dengan maksimal plafon hingga Rp. 800.000.000 yang disesuaikan juga dengan data analisa dari data yang Anda miliki. Jangan tunda lagi, karena momen pandemic ini bisa jadi salah satu Anda bisa memiliki asset.

 

Sumber :

https://www.kompasiana.com/anthonykwo5911/5b594b8abde5752e3b1c9264/sebelum-berhutang-cari-bedanya-kredit-produktif-dan-kredit-konsumtif?page=all#section1